File Checksum Validator

Verifikasi integritas file Anda. Hitung hash MD5, SHA-1, SHA-256 secara offline.

📂

Klik atau Tarik File ke Sini

Maksimal disarankan 500MB (Browser Limitation)

Catatan Keamanan:

Perhitungan hash dilakukan secara lokal di browser Anda; file tidak diupload ke server IsVal.id.

Apa itu File Checksum?

Checksum adalah "sidik jari digital" dari sebuah file. Jika satu bit saja dalam file berubah, nilai checksum-nya akan berubah total.

Ini berguna untuk memastikan file yang Anda download tidak korup (rusak) atau dimodifikasi oleh pihak ketiga (tampering).

Panduan Penggunaan

  • Algoritma: MD5 & SHA-1 (cepat, kompatibilitas luas), SHA-256 (lebih aman).
  • Limitasi Browser: File besar (>500MB) mungkin memakan waktu lama karena diproses di memori browser.
  • Validasi: Paste hash asli dari penyedia file ke kolom "Bandingkan Hash" untuk verifikasi instan.

Cara Pakai File Checksum Validator

  1. Klik atau tarik file ke area File Checksum Validator untuk mulai menghitung hash.
  2. Tunggu hingga nilai MD5, SHA-1, dan SHA-256 muncul di kolom hasil.
  3. Salin hash yang Anda butuhkan dengan tombol Copy di sebelah masing-masing kolom.
  4. Paste hash resmi dari penyedia file ke kolom Bandingkan Hash untuk memeriksa apakah nilai sama persis.
  5. Lihat status di bawah: jika cocok akan muncul teks hijau "HASH COCOK / VALID", jika tidak maka status merah "TIDAK COCOK / INVALID".

Placeholder yang disarankan: gunakan file installer atau arsip ZIP yang memiliki checksum resmi dari website penyedia, lalu bandingkan nilainya dengan hasil perhitungan tool ini.

FAQ Singkat File Checksum

Apakah aman memeriksa file rahasia di sini?
Ya, secara teknis aman karena perhitungan hash dilakukan 100% di browser Anda dan file tidak diupload ke server IsVal.id. Tetap pastikan perangkat yang Anda gunakan bebas dari malware.

Kenapa nilai MD5/SHA kadang berbeda dengan tool lain?
Pastikan file yang dibandingkan benar-benar sama (tidak dikompres ulang atau dimodifikasi). Perbedaan huruf besar-kecil pada hash tidak berpengaruh karena validator ini membandingkan dalam bentuk lowercase.

Algoritma mana yang sebaiknya dipakai?
Untuk verifikasi integritas sederhana, MD5 dan SHA-1 masih banyak dipakai. Untuk kebutuhan keamanan modern dan anti-tampering, lebih baik gunakan SHA-256 sebagai referensi utama.